Selasa, 18 November 2014

           NAMA:YOHANES KAHA
           NIM:2014210162
           KELAS:B
MATA KULIA:FILSAFAT ADMINISTRASI


A.            TEORI KEPEMIMPINAN SITUASIONAL
Teori ini merupakan pengembangan dari model kepemimpinan tiga dimensi, yang didasarkan pada hubungan antara tiga faktor, yaitu :
1.    Perilaku tugas (task behavior),
2.    Perilaku hubungan (relationship behavior)
3.    Kematangan (maturity).
a)    Perilaku tugas (task behavior),
Perilaku tugas merupakan pemberian petunjuk oleh pemimpin terhadap anak buah meliputi penjelasan tertentu, apa yang harus dikerjakan, bilamana, dan bagaimana mengerjakannya, serta mengawasi mereka secara tepat.
b)      Perilaku hubungan (relationship behavior)
Perilaku hubungan merupakan ajakan yang disampaikan oleh pemimpin melalui komunikasi dua arah yang meliputi mendengar dan melibatkan anak buah dalam pemecahan masalah.
c)      Kematangan (maturity).
               Kematangan adalah kemampuan dan kemauan anak buah dalam mempertanggung jawabkan pelaksanan tugas yang dibebankan kepadanya. Dari ketiga faktor tersebut, tingkat kematangan anak buah merupakan faktor yang paling dominan. Karena itu, tekanan utama dari teori ini terletak pada perilaku pemimpin dalam hubungannya dengan anak buah.
B.TEORI   SIFAT
Sesuai dengan namanya, maka teori ini mengemukakan bahwa efektivitas kepemimpinan sangat tergantung pada kehebatan karakter pemimpin. “Trait” atau sifat-sifat yang dimiliki antara lain kepribadian, keunggulan fisik dan kemampuan social. Penganut teori ini yakin dengan memiliki keunggulan karakter di atas, maka seseorang akan memiliki kualitas kepemimpinan yang baik dan dapat menjadi pemimpin yang efektif. Karakter yang harus dimiliki oleh seseorang menurut Judith R. Gordon mencakup kemampuan yang istimewa dalam
a.       Kemampuan Intelektual
b.      Kematangan Pribadi
c.       Pendidikan
d.      Status Sosial dan Ekonomi
e.       Human
C.            KESIMPULAN TEORI SITUASIONAL
Teori situasiaonal mengasumsikan bahwa kondisi menentukan efektifitas pemimpin bervariasi menurut situasi, keterampilan dan harapan bawahan, lingkungan organisasi, pengalaman masa lalu pemimpin dan bawahan. Lebih dari itu, berdasarkan teori ini ciri khas yang ada adalah “kematangan” pada anak buah.
Teori ini mengacu lebih pada hubungan antara pemimpin dengan bawahan agar hubungan dalam menjalani suatu pekerjaan di dalam  organisasi atau di lembaga  tempat bekerja  pemimpin dan bawahan bisa memiliki hubungan komunikasi yang baik agar masalah-masalah yang timbul dalam suatu lembaga atau organisasi  dapat di selesaikan sesuai  keputusan yang matang pula .
D.            KESIMPULAN TEORI SIFAT
Teori sifat mengasumsikan pada suatu kondisi pribadi seseorang yang di mana dalam diri seseorang telah memiliki kelebihan/keunggulan  karakter dalam hal kepemimpinan yang baik dan di bisa di contohi oleh orang lain.
                                                                                      
E.            SUMBERNYA







F.             TEORI KEPEMIMPINAN SITUASIONAL
Teori ini merupakan pengembangan dari model kepemimpinan tiga dimensi, yang didasarkan pada hubungan antara tiga faktor, yaitu :
4.    Perilaku tugas (task behavior),
5.    Perilaku hubungan (relationship behavior)
6.    Kematangan (maturity).
1)      Perilaku tugas (task behavior),
Perilaku tugas merupakan pemberian petunjuk oleh pemimpin terhadap anak buah meliputi penjelasan tertentu, apa yang harus dikerjakan, bilamana, dan bagaimana mengerjakannya, serta mengawasi mereka secara tepat.
2)      Perilaku hubungan (relationship behavior)
Perilaku hubungan merupakan ajakan yang disampaikan oleh pemimpin melalui komunikasi dua arah yang meliputi mendengar dan melibatkan anak buah dalam pemecahan masalah.
3)      Kematangan (maturity).
               Kematangan adalah kemampuan dan kemauan anak buah dalam mempertanggung jawabkan pelaksanan tugas yang dibebankan kepadanya. Dari ketiga faktor tersebut, tingkat kematangan anak buah merupakan faktor yang paling dominan. Karena itu, tekanan utama dari teori ini terletak pada perilaku pemimpin dalam hubungannya dengan anak buah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar